Dian Endryana, Sarjana Teknik yang Memilih Sukses di Bisnis Oriflame

Halo! Boleh perkenalkan dirimu?

Saya Dian Endryana. Saya Beauty Entrepreneur Orifame dan sudah membangun bisnis selama 9 tahun bersama Oriflame. Saat ini, saya tinggal di Kuala Lumpur bersama suami dan 3 anak saya.

 

Boleh ceritakan sedikit tentang perjalananmu bersama Oriflame? Apa motivasimu saat pertama kali bergabung dengan Oriflame?

Sebelumnya, saya bekerja sebagai engineer di perusahaan Minyak dan Gas multinasional. Namun, sejak menikah dan punya anak, prioritas saya berubah. Saya ingin fokus pada keluarga dan anak. Maka, saya memutuskan untuk mengundurkan diri dari pekerjaan.

Keputusan ini membuat kedua orang tua saya amat kecewa. Bisa dipahami, karena mereka adalah sosok yang berjuang keras di balik kesuksesan pendidikan saya. Gelar sarjana saya merupakan buah dari pengorbanan mereka. Bayangkan, ayah sempat harus rela menjual mobil untuk membiayai kuliah saya.

Saat itu, saya berjanji pada mereka bahwa saya akan kembali mendapatkan pekerjaan yang menghasilkan. Saya sempat coba buka toko online peralatan bayi, namun tidak berhasil. Akhirnya, saya bergabung di Oriflame karena ajakan kakak. 

Sebagai sarjana Teknik Fisika dari ITB, mengapa berani pilih bisnis Oriflame?

Awalnya, saya tidak tertarik karena Oriflame itu bukan “saya banget”. Saya terbiasa ada di lingkungan kerja laki-laki, dari kuliah hingga bekerja dan tidak mendalami makeup, skincare ataupun perawatan tubuh lainnya. Lalu, ada rasa gengsi juga untuk gabung dengan bisnis social selling!

Titik balik saya adalah saat tahu bahwa kakak dapat penghasilan Rp5jt dalam 5 bulan bisnis Oriflame. Saya mulai cari tahu dan akhirnya mengerti bahwa bila serius mendalami bisnis ini, saya bisa mendapatkan berbagai keuntungan besar.

Nah, walau sudah mulai tertarik, saya belum berani mencoba karena karakter bisnisnya yang amat sosial. Saya tidak yakin dengan kemampuan diri sendiri. Namun, setelah mengobrol dengan mentor dan terus mengedukasi diri sendiri dengan membaca buku-buku bisnis, saya jadi yakin. Prinsip saya adalah semua hal dapat dipelajari. Selama kita mau mempelajarinya, maka kita akan berhasil.

 

Dalam perjalanannya, apakah ada perubahan pada motivasimu? Dan sebagai TOP 15, apa sih motivasi jangka panjangmu?

Dari sekadar ingin menunjukkan ke orangtua bahwa saya bisa menghasilkan meski tidak bekerja sesuai jurusan yang saya ambil, motivasi saya mulai berkembang. Saat itu, target saya adalah hadiah mobil CRV yang ingin saya berikan pada orang tua. Hitung-hitung, mengganti mobil mereka yang dijual untuk biaya kuliah saya! Lalu, setelah tercapai, motivasi berubah lagi, dari membangun rumah, mengumrohkan orang tua, menabung biaya haji, dan masih banyak lagi. 

Sekarang, motivasi saya bukan diri sendiri. Fokus saya adalah tim dan komunitas. Saya ingin menyaksikan mereka mewujudkan impian mereka atau keluarga mereka. Saya ingin menjadi jalan untuk mencapai impian-impian mereka.

Apa perubahan positif paling spesial dari Oriflame yang kamu dapatkan?

Buat saya, yang paling spesial adalah memecah rekor, raih Diamond Director dalam setahun, lalu diundang ke Rusia sebagai bintang tamu. Dan di tahun 2018, saya mencapai titel President Director pertama dari Indonesia. Bayangkan, saya yang tidak berbakat dalam dunia kecantikan!

Semua hal ini sangat berharga karena ini pembuktian tidak hanya untuk diri sendiri, namun untuk orang lain dan komunitas saya, bahwa di Oriflame, segala sesuatu tidak mustahil.

 

Wow! Sebagai orang pertama di Indonesia yang meraih titel President, boleh share tips metode kerja yang kamu pilih untuk mencapainya?

Yang pasti, harus punya WHY, yaitu alasan untuk memulai bisnis karena saya percaya segala sesuatu itu dimulai dari diri sendiri. Lalu, uraikan alasan tersebut jadi TARGET spesifik. Setelahnya, cari orang yang sesuai dengan visi dan misi. Terakhir, tugas kita cuma satu, yaitu bantu mereka. Jadilah mentor yang baik, dengan menumbuhkan potensi mereka dan menunjukkan caranya. 

Tips pribadi saya: Pertama, belajar. Pelajari semua yang bisa dipelajari tentang bisnis Oriflame. Kedua, manfaatkan media sosial dengan maksimal. Terakhir, buat sistem training yang lebih personal dengan penyampaian yang sederhana.

Lalu, sebagai pemecah rekor, yaitu raih enam titel pada tahun pertama, apa tantangan terbesarmu dan bagaimana cara mengatasinya?

Menurut saya, tantangan terbesar saya selain berusaha meyakinkan orang lain bahwa Oriflame itu bisa diandalkan, adalah pembagian waktu. Sebagai ibu dan istri, saya perlu pintar mengatur waktu agar semua bisa berjalan dengan baik.

Untuk itu, saya punya metode yang saya buat sendiri:

Pertama, saya disiplin dalam menentukan dan menjalani jam kerja yang jelas, di mana saya bisa fokus mengurus bisnis. Untuk itu, saya memilih waktu saat anak-anak sedang tidur siang. Lalu, di malam hari, saya mengorbankan jam tidur sekitar 2-3 jam, misalnya jam 10 malam hingga 12 atau 1 pagi.

Kedua, buat to-do list. Di akhir waktu kerja di malam hari, saya selalu mencatat pekerjaan yang harus saya lakukan di keesokan harinya. Dengan begitu, secara mental, saya sudah siap untuk melakukan hal-hal tersebut.

Tema tahun ini adalah Share Your Passion. Bagaimana kamu menerapkan tema ini ke bisnismu, terutama saat ini di mana kamu tidak tinggal di Indonesia?

Saya sempat ragu untuk mengurus bisnis dari “jauh”. Nyatanya, keraguan saya tidak beralasan berkat internet, media sosial, dan tentunya sistem online Oriflame yang sudah canggih! Ingin hadiri training atau mempelajari taktik bisnis baru, tinggal buka gadget atau laptop. Untuk event atau meeting, saya dan komunitas tinggal menyesuaikan, dengan buat jadwal rutin online event, dari LIVE sharing hingga webinar. Proses belajar dan menyebarkan ilmu ke komunitas jadi makin mudah karena bisa dikerjakan di mana saja!

Apa yang kamu rasakan dan pikirkan saat dengar Oriflame adalah bisnis social-selling no.1 di Indonesia?

Tentunya sangat bangga dong, bisa jadi bagian dari perusahaan social-selling no. 1 di Indonesia! Menurut saya, kunci kesuksesan Oriflame hingga menduduki posisi tersebut tidak hanya terletak pada kesanggupannya memberi keuntungan yang luar biasa, namun juga berkat nilai-nilai khas yang dipegang dan dijalankan oleh semua yang ada di dalamnya! 

 

Terakhir nih, kalau diminta untuk deskripsikan Oriflame dengan 3 kata, kata apa saja yang kamu pilih?

Oriflame itu changing lives, baik untuk saya dan orang lain. Lalu, family-friendly. Saya ingat di salah satu acara rekognisi, CEO Oriflame, Pak Magnus, justru merekognisi para orang tua karena menurut beliau, mereka adalah orang-orang penting yang ada di belakang kesuksesan para Beauty Entrepreneur. Menurut saya perlakuan tersebut sungguh mewakili nilai-nilai Oriflame dan Swedia yang rendah hati dan penuh apresiasi. Terakhir, fun! Baik bisnis maupun orang-orang di dalamnya. All around good vibes!