Kisah Seru Bisnis Online milik Nadia Meutia

Halo! Boleh perkenalkan dirimu? Siapa namamu, apa pekerjaanmu dan sudah berapa lama bergabung bersama Oriflame?

Hai, aku Nadia Meutia, biasa dipanggil Mbak Nad bahkan sama member yang usianya lebih 'dewasa' sekalipun haha. Full time ngerjain Oriflame Alhamdulillah sejak 12 Agustus 2006.

Apa motivasimu saat pertama kali bergabung dengan Oriflame?

Gimana caranya bisa dapet penghasilan buat bayar hutang tanpa keluar rumah karena saat itu anak-anaknya Mbak Nad udah 2 dan masih kecil-kecil.

Family - Motivasi gabung Oriflame

 

Boleh ceritakan sedikit tentang perjalananmu bersama mbak Dini Rahma Shanti saat pertama kali membangun sistem bisnis Oriflame ke arah online?

Kita masuk Oriflame itu 2006 dan udah langsung online. :)
Jadi saat Oriflame global pun belum online, kita udah mengerjakan semuanya secara online dengan sistem landing pages, members' website, automatic replies, eBook, dll. Ilmu ini emang ilmunya Mbak Din banget yang udah duluan ngerjain affiliate marketing sejak beberapa tahun sebelumnya.

Kita sendiri udah kerja bareng ngerjain banyak bisnis itu sejak tahun 2002, kalo ga salah ya, maaf lupa tepatnya. Jadi, Mbak Nad banyak belajar soal ngejalanin bisnis online itu dari Mbak Din terutama soal affiliate marketing yang akhirnya sama Mbak Din diaplikasikan ke beberapa bisnis termasuk aromaterapi online. Setelah beberapa tahun, bisnis ini lumayan menyita modalku dan ga balik modal sampai akhirnya memutuskan untuk harus nyobain bisnis baru. 

Kita bagi tugas waktu itu ngecekin beberapa bisnis MLM sebelum membandingkan dan memutuskan bahwa Oriflame itu yang terbaik, baik dari sisi produk dan dari sisi yang bisa di-online-kan. 😊

Nadia Meutia - Membangun bisnis dengan Dini Shanti

 

Dalam perjalanan tersebut, apa yang paling menantang dan yang paling rewarding untukmu pribadi?

Yang paling menantang adalah meyakinkan Manajemen Oriflame dan para mentor jaman dulu kala bahwa Oriflame itu bisa kok dikerjain secara online dengan cara-cara yang etis. 😊

Dulu berasa banget dianggap 'aneh' bahkan 'gak mungkin' mengerjakan bisnis ini hanya lewat dunia maya. Gak sedikit bahkan yang pernah menganggap apa yang kami lakukan dulu itu, dimana bisa muncul di search engine atau landing pages merupakan sesuatu yang melanggar kode etik. 😊

Karena memang banyak yang belum mengerti kayaknya yaa padahal memang awal-awal dulu, benar-benar mengaplikasikan ilmu affiliate marketing yang diajarin Mbak Din dalam jaringan kita. 

Walaupun dalam perjalanan Mbak Nad sendiri di Oriflame, juga banyak berubah banget mengikuti cara-cara offline and am enjoying it -- tapi salah satu yang paling rewarding memang sejujurnya the feeling bahwa me and Mbak Din akhirnya bisa bilang ke orang lain yang tadinya sceptical, "told you we could do this :)."

Sebagai TOP 15, apa sih menurutmu karakter yang harus dimiliki oleh seorang Leader?

Banyak banget sebetulnya yaa karakter yang harus dimiliki seorang Leader tapi kalo boleh milih 1 yang pertama, integritas.

Integritas buat Mbak Nad berhubungan sama kemampuan diri untuk menghargai orang lain, menghargai perusahaan, untuk selalu jujur dan punya prinsip moral -- apapun yang sedang aku hadapi atau apapun godaannya termasuk dalam hal bisnis.

Integritas berhubungan erat sama cara kita memperlakukan orang lain berdasarkan rasa takut dan bersyukur pada Yang Maha Punya Rezeki -- yang bisa melihat semuanya, tau niat kita dan tau apa yang kita pikirkan bahkan sebelum kita lakukan. 😊

Nadia Meutia - Karakter Leader

 

Dengar-dengar, kamu suka memasak dan seorang pencinta kucing, ya. Boleh tolong sebutkan nama kucing dan hidangan favorit? 😊

Kucing Mbak Nad banyak banget haha bener nih mau disebutin semua?
Yang dalam rumah saat ini ada Khloe Pope, Potato Pope dan Tibi Pope.
Biasanya kalo nge-rescue kucing, penamaannya dalam 1 batch itu sama semua.

Jadi ada Mozzarella Pope yang sodaraan sama Cheddar Pope dan Camembert Pope.

Ada Khloe Pope yang dulu datengnya sama Kendall Pope dan Kimmy Pope (dan emaknya, Kris Pope).

Ada batch Bailey Pope, Mimosa Pope, Tequila Pope, Jack Pope dan Daniels Pope.  Ada juga batch Curry Pope dan Gulayla Pope yang datengnya hampir barengan.

Ada juga batch kota favorit Conferences yang pernah Mbak Nad dapetin, jadi ada Stockholm Pope, Singapore Pope, Miami Pope, sama Tokyo Pope. Kucing-kucing pertama yang lahir dalam rumah itu namanya Balenciaga Pope, Coco Celine Pope dan Kelly Pope. Yes, based on bags I like. :))

Ini belum semuanya sebetulnya tapi takut kepanjangan ceritanya. Doakan semua sehat-sehat yaaa.

Boleh share tips membagi waktu dalam mengurus bisnis sekaligus menjadi ibu, mengurus kucing dan menjalani hobi memasak?

ilmu Tiga Detik alias just do it. 😊
Jangan nunggu kebanyakan rencana atau kelamaan dipikirin akhirnya ngga dikerjain. 
Percaya deh, kita tahu kok apa yang harus kita lakukan saat itu. Apakah masak dulu? Apakah ngurus anak dulu? Apakah kalo suami lagi di rumah ngga nyaman kalo kita kelamaan megang hape terus? Lakukan yang saat itu mudah dan menyenangkan orang lain.

Masak kelar, suami anak beres, orang tua udah diurusin? Yuk langsung kerjakan hal-hal yang berhubungan dengan Oriflame. Jangan ditunda. Ilmu tiga detik. Kalo lewat dari tiga detik belum kita lakukan, hampir pasti akhirnya hal ini nggak akan jadi kita lakukan.

Entah karena alasan capek, sibuk ngerjain yang lain, ini itu. Kerjakan begitu sesuatu hal itu muncul di pikiran dalam tiga detik pertama dan kita tau harus dilakukan. 

Oh, and fyi, Alhamdulillah udah sejak 3-4 tahun terakhir ini, Mbak Nad sama suami udah bisa punya nanny khusus buat jagain para Poppies loh jadi memang kebantu banget MashaAllah.

Tema tahun ini adalah Share Your Passion. Ingin tahu deh, bagaimana kamu menerapkan tema ini ke bisnismu?

Kalo dilihat dari arti kata passion sendiri sebetulnya perasaan yang amat kuat terhadap sesuatu kan yaa? Sesuatu yang membuat kita gembira. Sesuatu yang membuat kita bersyukur. Jadi, kalimat Share Your Passion sendiri sebetulnya sudah to the point banget menjelaskan apa yang harus kita terapkan dalam menjalankan bisnis ini. 

Selalu ceritain hal-hal yang bikin kita bahagia dari mengerjakan Oriflame. Selalu ceritakan hal-hal yang bikin kita bersyukur karena mengerjakan Oriflame. Dimulai dari hadiah-hadiah yang "kecil", dari rasa senang punya temen-temen yang senasib sepenanggungan hehe... sampai kebahagiaan yang akhirnya bikin orang lain tau bahwa kebahagiaan itu salah satunya adalah karena mengerjakan Oriflame. 

Kalau pada tau Mbak Nad seneng masak, pasti karena lihat IG-ku bener gaa? Kok bisa? Karena punya waktu Alhamdulillah dari mengerjakan bisnis ini. 

Kalau pada tau Mbak Nad pelihara kucing... pasti juga karena sering lihat FB. Kok bisa? Alhamdulillah ada yang bisa disisihkan dari bonus Oriflame untuk bantuin kucing-kucing jalanan yang sering kali udah mau dibuang orang ini...

Jadi simple banget penerapannya. Share kebahagiaan kita di tempat yang bisa dilihat orang lain... saat ini, medsos. 

Boleh share tips cara berjualan dan berbisnis di saat pandemi seperti ini? Boleh jelaskan seperti apa keuntungannya dan kalau ada, kesulitannya.

Beranikan diri untuk tampil di medsos bukan hanya dalam bentuk video dan gambar. Tapi tampilkan diri kita sendiri melalui selfie, video selfie dan livestream. 

Semua memang serba online tapi dari jaman Mbak Nad dan Mbak Din mulai 2006 dulu juga udah online kok. Bedanya apa? Bedanya saat ini harus kitanya pun tampil dan terlihat, bukan hanya di balik layar. Orang ingin tau siapa sih kita yang berbisnis Oriflame ini? Kenapa harus ikutan kita mengerjakan bisnis Oriflame? Si banyak pertanyaan kenapa ini yang harus kita jawab -- dengan cara muncul di medsos dan bisa dilihat prospek dan member.

Challenge-nya adalah memulainya jika belum terbiasa. Tenang, Mbak Nad jelasin kok panjang lebar di podcastku hahaha.. Yuk dengerin yaa di Bernapas (Bersama Nad di Podcast), search aja 'Nadia Meutia' di Anchor, Spotify atau iTunes 😊

Nadia Meutia - Tips berjualan dan berbisnis

 

Terakhir nih, kalau diminta untuk deskripsikan Oriflame dengan 3 kata, kata apa saja yang kamu pilih?

Angka. Rasa. Dan, Tuhan.

Oriflame mengajarkan Mbak Nad untuk terbiasa berkutat dengan angka-angka dalam bentuk target kerja bahkan target penghasilan. Berapa orang prospek? Berapa orang member? Berapa yang sudah disapa? Berapa yang belum? Berapa menit bikin video produk? Berapa kekurangan poin, dll. 😊

Oriflame memaksa Mbak Nad untuk belajar mengendalikan rasa dalam menjemput target, dalam membimbing member dengan banyak latar belakang dan karakteristik. Rasa saat bertemu dengan aneka pertanyaan dari prospek yang kadang bikin emosi. Oriflame mengajarkan Mbak Nad untuk menikmati setiap rasa ini.

Kenapa? Karena ujung-ujungnya ternyata... mengerjakan Oriflame adalah demi mendapatkan rezeki. Rezeki datangnya bukan dari mentor. Bukan dari manajemen. Bukan karena kita jago medsosnya, livestream-nya, pintar ngomong meyakinkan orang lain, dll. Rezeki itu datangnya dari Yang Maha Punya Rezeki. InshaAllah, mengerjakan Oriflame setiap hari dengan segala tantangan dan hal-hal kebahagiaannya yang bikin Mbak Nad justru jadi makin ngerti pentingnya dekat dengan Allah sesuai cara dan tujuan kita masing-masing.

Terima kasih banyak! 😊

Sama-samaaaa.

 

Words by: